EN
IN

KEGIATAN MONITORING TAHUN KE II – KETUA PERISET : DR. ENG. OBIE FAROBIE, M.SI

Zoom Online, Selasa, 22 Agustus 2023 Kegiatan Monitoring tahun ke II yang dilakukan oleh DIPI bersama LPDP dengan judul penelitian: High-Value Chemicals And Syngas Production From Indonesian Marine Macroalgae Under Sub- And Supercritical Conditions. Ketua Periset : Dr. Eng. Obie Farobie, M.Si Latar Belakang Penelitian: Indonesia merupakan salah satu produsen rumput...

KEGIATAN MONITORING TAHUN KE II – KETUA PERISET : DR. ENG. OBIE FAROBIE, M.SI

Zoom Online, Selasa, 22 Agustus 2023

Kegiatan Monitoring tahun ke II yang dilakukan oleh DIPI bersama LPDP dengan judul penelitian: High-Value Chemicals And Syngas Production From Indonesian Marine Macroalgae Under Sub- And Supercritical Conditions.

Ketua Periset : Dr. Eng. Obie Farobie, M.Si

 

Latar Belakang Penelitian:

Indonesia merupakan salah satu produsen rumput laut utama dunia, menyumbang 38% rumput laut dunia pasar (FAO, 2018) dengan peningkatan hasil budidaya rumput laut dari kurang dari 4 juta ton pada tahun 2010 menjadi lebih dari 11 juta ton pada tahun 2015 dan 2016, dan diperkirakan akan terus meningkat menjadi 13 juta ton pada tahun 2024 (KKP, 2019). Namun, produk rumput laut Indonesia terutama diekspor ke China, Jepang dan negara lain dalam bentuk bahan baku yang belum diproses. Sedangkan rumput laut dapat menjadi komoditas dengan nilai yang lebih tinggi seperti untuk bidang farmasi, kosmetik, dan energi. Upaya peningkatan nilai makroalga sejalan dengan program pemerintah dalam Peraturan Presiden No. 33 Tahun 2019 yang menjelaskan roadmap Pembangunan Industri Rumput Laut Nasional untuk meningkatkan produksi produk bernilai tambah tinggi dari rumput laut.

Oleh karena itu, proyek ini dirancang untuk mengeksplorasi pemanfaatan makroalga laut Indonesia menghasilkan bahan kimia dan sumber daya energi bernilai tinggi. Bahan kimia bernilai tinggi yang berpotensi diperoleh dari rumput laut adalah pigmen, gula langka, ester levulinate, dan furfural. Sedangkan untuk energi, rumput laut dapat diubah menjadi syngas dengan kandungan H2 sebagai green energy dan hydro-char yang dapat diproses lebih lanjut menjadi bahan bakar padat. Metode hidrotermal yang menggunakan proses air sub atau superkritis dipilih sebagai teknik pemanenan syngas dan hydro-char dari makroalga dalam proyek ini. Menggunakan air sebagai media, proses ini khususnya menguntungkan untuk biomassa dengan kelembaban tinggi seperti rumput laut, sehingga tahap pengeringan dapat dihilangkan untuk energi tujuan efisiensi.

 

Related News & Event

JAKARTA – The Indonesian Academy of Sciences (AIPI), in collaboration with the French Académie des Sciences, has officially opened the call for applications for the Franco-Indonesian Scientific Prize 2026. This prestigious award is designed to recognize and foster excellence in scientific collaboration between Indonesian and French researchers.

JAKARTA – Bertempat di Kantor Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI), Lantai 17 Gedung Perpustakaan Nasional RI, sebuah langkah strategis untuk masa depan kesehatan dan lingkungan Indonesia resmi digelar. Pada Kamis, 9 April 2026, Diskusi Nasional Multi-pihak bertajuk "Aksi Bersama Menuju Pola Makan Sehat dan Berkelanjutan di Indonesia"

AKARTA – Dalam upaya memperkuat tata kelola hutan berbasis masyarakat, sebuah simposium bertajuk "Opportunities, challenges, and risks of incorporating social forestry into conservation policy in Indonesia" digelar di Gedung Perpustakaan Nasional lantai 17, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, pada 2 April 2026.

MAKASSAR, Indonesia – Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) dengan bangga menyelenggarakan Kongres Ilmuwan Muda Indonesia (KIMI) ke-4 yang dirangkaikan dengan 1st Indonesia-Australia Young Scientists Forum (IAYSF). Acara prestisius ini akan berlangsung pada tanggal 8-10 Desember 2025 di Universitas Hasanuddin, Makassar.