EN
IN

Ilmuwan Muda Indonesia dan Australia Berkumpul di Makassar untuk Memperkuat Kepemimpinan Sains yang Inklusif

MAKASSAR, Indonesia – Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) dengan bangga menyelenggarakan Kongres Ilmuwan Muda Indonesia (KIMI) ke-4 yang dirangkaikan dengan 1st Indonesia-Australia Young Scientists Forum (IAYSF). Acara prestisius ini akan berlangsung pada tanggal 8-10 Desember 2025 di Universitas Hasanuddin, Makassar.

MAKASSAR, Indonesia – Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) dengan bangga menyelenggarakan Kongres Ilmuwan Muda Indonesia (KIMI) ke-4 yang dirangkaikan dengan 1st Indonesia-Australia Young Scientists Forum (IAYSF). Acara prestisius ini akan berlangsung pada tanggal 8-10 Desember 2025 di Universitas Hasanuddin, Makassar.

Dengan tema “Inclusive Science Leadership and Coalition Building between Young Scientists in Indonesia and Australia”, forum ini menjadi tonggak sejarah baru dalam kolaborasi antara ilmuwan muda dari kedua negara. Acara ini didukung oleh KONEKSI (Knowledge Partnership Platform Australia-Indonesia), program unggulan Australia untuk kemitraan pengetahuan dan inovasi di Indonesia.

Membangun Kolaborasi Transdisiplin, KIMI ke-4 bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi akademik berbasis prinsip transdisipliner guna menciptakan solusi inovatif bagi tantangan global. Sementara itu, IAYSF 2025 merupakan inisiatif bersama antara ALMI dan Early- and Mid-Career Researcher (EMCR) Forum dari Australian Academy of Science (AAS) untuk mendorong dialog lintas budaya dan kepemimpinan sains yang inklusif.

Agenda dan Kegiatan Utama, Selama tiga hari, sekitar 123 peserta yang terdiri dari ilmuwan muda Indonesia, Australia, serta pengamat dari negara-negara Asia-Pasifik (Selandia Baru, Malaysia, Vietnam, dan India) akan mengikuti serangkaian kegiatan interaktif, meliputi:

  • Workshop: Sesi mendalam untuk mengeksplorasi topik kepemimpinan sains yang inklusif.
  • Diskusi Panel: Dialog dengan para pakar terkemuka mengenai akses sumber daya dan representasi setara dalam penelitian.
  • Sesi Jejaring: Kesempatan membangun kemitraan profesional dan proyek kolaborasi masa depan.
  • Kunjungan Lapangan: Meninjau langsung proyek komunitas dan institusi sains lokal yang menerapkan prinsip inklusivitas.

Mendorong Inklusivitas dalam Sains, “KIMI berdiri sebagai mercusuar kolaborasi, inovasi, dan tanggung jawab, memberdayakan ilmuwan muda untuk memperjuangkan nilai-nilai inklusivitas,” kutip panduan acara tersebut. Melalui forum ini, diharapkan lahir rekomendasi kebijakan dan pernyataan bersama yang dapat menjadi acuan pengembangan ilmu pengetahuan di kawasan Asia-Pasifik.

Acara ini terselenggara berkat dukungan utama dari KONEKSI GEDSI DFAT Australia dan Universitas Hasanuddin, serta mitra strategis seperti BRIN, BAPPENAS, AIPI, dan DIPI.

Related News & Event

JAKARTA – Bertempat di Kantor Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI), Lantai 17 Gedung Perpustakaan Nasional RI, sebuah langkah strategis untuk masa depan kesehatan dan lingkungan Indonesia resmi digelar. Pada Kamis, 9 April 2026, Diskusi Nasional Multi-pihak bertajuk "Aksi Bersama Menuju Pola Makan Sehat dan Berkelanjutan di Indonesia"

AKARTA – Dalam upaya memperkuat tata kelola hutan berbasis masyarakat, sebuah simposium bertajuk "Opportunities, challenges, and risks of incorporating social forestry into conservation policy in Indonesia" digelar di Gedung Perpustakaan Nasional lantai 17, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, pada 2 April 2026.

MAKASSAR, Indonesia – Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) dengan bangga menyelenggarakan Kongres Ilmuwan Muda Indonesia (KIMI) ke-4 yang dirangkaikan dengan 1st Indonesia-Australia Young Scientists Forum (IAYSF). Acara prestisius ini akan berlangsung pada tanggal 8-10 Desember 2025 di Universitas Hasanuddin, Makassar.

JAKARTA, 16 Desember 2025 – Indonesia memiliki kekayaan pangan lokal yang melimpah, mulai dari sumber karbohidrat non-beras hingga protein nabati dan hewani tropis. Namun, ketergantungan pada beras dan jenis protein tertentu masih menjadi tantangan besar. Merespons kondisi tersebut, para pemangku kepentingan dari sektor pemerintah, lembaga riset, industri, dan filantropi berkumpul di Perpustakaan Nasional RI Lantai 17 hari ini untuk mendiskusikan strategi integrasi pangan lokal ke dalam program unggulan nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG).