JAKARTA, 11 Desember 2025 – Pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan lintas sektor berkumpul hari ini di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta Pusat, untuk merumuskan strategi percepatan Pembangunan Rendah Emisi (PRE). Fokus utama pertemuan ini adalah optimalisasi limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent atau POME) dan pengelolaan sampah susut sisa pangan (Food Loss and Waste atau FLW) sebagai pilar energi terbarukan.
Sesuai dengan mandat RPJMN 2025–2029 melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025, Indonesia berkomitmen menempatkan ekonomi hijau dan transisi energi sebagai prioritas nasional. Langkah ini diambil untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif tanpa mengorbankan kualitas lingkungan hidup.
Potensi Besar Limbah Menjadi Energi
Berdasarkan data pemerintah, potensi POME di Indonesia sangat masif, mampu menghasilkan lebih dari 1,5 miliar meter kubik biomethane per tahun—angka yang setara dengan 1,1 miliar liter solar. Jika dikelola secara optimal, pemanfaatan ini diperkirakan dapat menekan emisi gas rumah kaca hingga puluhan juta ton setara CO2 per tahun.
“Sinergi antara pengelolaan POME dan FLW bukan sekadar solusi limbah, melainkan pendekatan terpadu untuk mitigasi emisi sekaligus membuka peluang inovasi energi berbasis lokal,” ungkap Prof. Jatna Supriatna, dalam sambutannya di Lantai 17 Gedung Perpustakaan Nasional.
Hilirisasi Kebijakan dan Peran Daerah
Diskusi ini menyoroti peran strategis Rencana Umum Energi Daerah (RUED) sebagai pedoman integrasi kebijakan di tingkat provinsi, khususnya di wilayah potensial seperti Papua dan Papua Selatan. RUED diharapkan mampu mengakomodasi pemanfaatan limbah menjadi energi bersih yang berdampak langsung pada penurunan emisi di tingkat tapak.
Namun, tantangan dalam replikasi model ini masih ada, mulai dari minimnya forum pertukaran pengetahuan hingga kebutuhan akan skema pembiayaan inovatif. Dalam diskusi ini, keterlibatan PT PLN (Persero) dinilai krusial untuk mendukung integrasi biogas ke jaringan listrik melalui skema pembelian energi atau Power Purchase Agreement (PPA).
Tujuan dan Output Kegiatan
Kegiatan Diskusi multi-pihak ini bertujuan untuk:
- Pertukaran Pengetahuan: Memfasilitasi berbagi praktik terbaik antara perusahaan perkebunan, PLN, pemerintah nasional, dan daerah.
- Akselerasi RUED: Mendiskusikan tindak lanjut inisiatif POME dan FLW sebagai pendukung target pembangunan rendah emisi di daerah.
- Rekomendasi Model: Merumuskan praktik terbaik yang dapat direplikasi secara luas oleh sektor swasta dan pemerintah daerah lainnya.
Melalui pertemuan ini, dihasilkan identifikasi sinergi kebijakan yang terintegrasi antara kementerian, pemerintah provinsi, BUMN, dan NGO. Selain itu, terbentuk jejaring komunikasi antarpihak untuk memastikan keberlanjutan program dan replikasi teknologi di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan kolaborasi yang kuat, pemanfaatan limbah cair sawit dan sampah sisa pangan diharapkan menjadi mesin penggerak baru dalam sistem energi daerah yang terintegrasi, mendukung pencapaian target emisi nol bersih (Net Zero Emission) Indonesia di masa depan.



