
JAKARTA, 16 Desember 2025 – Indonesia memiliki kekayaan pangan lokal yang melimpah, mulai dari sumber karbohidrat non-beras hingga protein nabati dan hewani tropis. Namun, ketergantungan pada beras dan jenis protein tertentu masih menjadi tantangan besar. Merespons kondisi tersebut, para pemangku kepentingan dari sektor pemerintah, lembaga riset, industri, dan filantropi berkumpul di Perpustakaan Nasional RI Lantai 17 hari ini untuk mendiskusikan strategi integrasi pangan lokal ke dalam program unggulan nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penganekaragaman pangan dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional. Selain meningkatkan keseimbangan gizi masyarakat, penggunaan sumber pangan yang telah beradaptasi dengan ekosistem lokal juga mampu menurunkan jejak lingkungan dari sistem pangan nasional serta meningkatkan nilai ekonomi petani dan produsen lokal.
Mengubah Pola Konsumsi Lewat Program MBG, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi momentum krusial untuk mengedukasi masyarakat mengenai pola konsumsi sehat yang beragam. Saat ini, implementasi MBG masih menghadapi tantangan pada sisi kebijakan, edukasi publik, hingga kesiapan rantai pasok pangan lokal dari industri jasa boga.
“Keanekaragaman pangan lokal adalah kunci ketahanan pangan masa depan. Melalui menu MBG, kita memiliki kesempatan besar untuk memperkenalkan kembali pangan Nusantara yang bergizi tinggi sekaligus mengurangi kerentanan terhadap ketergantungan satu jenis pangan pokok,” ujar Prof. Jatna Supriatna dalam pembukaan diskusi tersebut.
Sinergi dan Rekomendasi Kebijakan, Kegiatan Diskusi ini dirancang untuk mencapai empat tujuan utama:
- Edukasi Publik: Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya variasi pangan dalam porsi makan bergizi.
- Pemetaan Tantangan: Mengidentifikasi hambatan regulasi dan peluang implementasi penganekaragaman pangan di tingkat daerah.
- Sinergi Multipihak: Mendorong kolaborasi antara pemerintah, industri jasa boga, peneliti, dan lembaga filantropi dalam menyusun standar menu yang berkelanjutan.
- Aksi Konkret: Menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat posisi pangan lokal dalam rantai pasok program MBG secara nasional.
Output Strategis, Diskusi ini diharapkan menghasilkan dokumen rekomendasi kebijakan yang konkret bagi pengambil keputusan, serta komitmen kolaboratif untuk memastikan program MBG tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menyehatkan dan memberdayakan sumber daya lokal. Hasil diskusi ini juga akan didokumentasikan sebagai bahan advokasi kebijakan pangan nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Dengan integrasi pangan lokal yang tepat, program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat menjadi mesin penggerak transformasi sistem pangan Indonesia menuju masa depan yang lebih tangguh dan mandiri.

